JURNALMALUKU – Sebanyak 112 mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Agustus 2026 sebagai persiapan sebelum diterjunkan ke 12 desa dan desa persiapan di Pulau Kisar.

Wakil Rektor Satu Bidang Akademik Dominggus Melle membuka secara daring pembekalan yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026) itu merupakan tahapan penting untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai pelaksanaan program, etika bermasyarakat, serta strategi pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi KKN Universitas Pattimura yang tahun ini mengusung tema “Membangun UMKM Desa dan Pemahaman Hukum Melalui Program KKN Berdampak di Provinsi Maluku.”

Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa memperoleh penguatan materi dari sejumlah narasumber Universitas Pattimura, meliputi Etika Mahasiswa dalam Kehidupan Bermasyarakat yang disampaikan Ketua LPPM Universitas Pattimura Dr. E.K. Huliselan, S.Pd., M.Si; KUHP Baru: Pengenalan dan Implementasi dalam Melindungi Hak Masyarakat, Penyelesaian Konflik, dan Keadilan Restoratif oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Pattimura Dr. Arman Anwar, M.Hum; Inovasi dan Kreativitas Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal untuk Meningkatkan Daya Saing Produk dan Pemasaran oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura Dr. Hendy Hahury, S.E., M.Si; Orientasi Program KKN Universitas Pattimura (Identifikasi, Implementasi, dan Target Prioritas Program KKN) oleh Wakil Ketua Pengelola KKN Dr. Samuel P. Ritiauw, M.Pd; serta materi Luaran Mata Kuliah KKN yang dibawakan Pengelola KKN Universitas Pattimura Isak P. Siwa, S.Pt., M.P.
Untuk PSDKU Universitas Pattimura Kabupaten Maluku Barat Daya, Panitia KKN tahun ini dipimpin oleh Maichelion Ririhena sebagai Ketua dan Louisa S. Kamanasa sebagai sekretaris. Saat dikonfirmasi, Ririhena mengatakan pelaksanaan KKN di Pulau Kisar merupakan bentuk komitmen PSDKU Universitas Pattimura dalam mendukung pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan kawasan perbatasan.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal, meningkatkan literasi hukum, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

“Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, merupakan wujud nyata komitmen PSDKU Universitas Pattimura di Kabupaten Maluku Barat Daya dalam mendukung pembangunan masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan, melalui tema ‘Mengembangkan UMKM Desa dan Pemahaman Hukum Melalui Program KKN Berdampak di Provinsi Maluku.’ Mahasiswa hadir tidak hanya untuk melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, meningkatkan literasi hukum, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara” terang Ririhena.

Ia menambahkan, pembekalan menjadi modal awal bagi mahasiswa agar mampu menyusun dan melaksanakan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga setempat, program-program yang dijalankan diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Adapun lokasi pelaksanaan KKN tersebar di 12 desa dan desa persiapan di Pulau Kisar, yakni Desa Wonreli, Desa Persiapan Mesiapi, Desa Persiapan Worono, Desa Persiapan Yawuru, Desa Lekloor, Desa Kotalama, Desa Abusur, Desa Oirata Barat, Desa Oirata Timur, Desa Lebelau, Desa Purpura, dan Desa Nohama.

Kami berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, pemerintah Kecamatan Kisar Utara dan Kisar Selatan, pemerintah desa, dan masyarakat di Pulau Kisar dapat melahirkan program-program yang berkelanjutan, memberikan manfaat nyata, serta menjadi penggerak pembangunan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di kawasan perbatasan Indonesia,” ujar Ririhena.(JM-EA).
