JURNALMALUKU – Perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kesejahteraan keluarga, gereja, hingga kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, organisasi perempuan dituntut tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu melahirkan program dan aksi nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan umat dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, saat membuka Konferensi Cabang Ke-XVII dan Rapat Evaluasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Santo Matias Saumlaki di Gedung Natar Kaumpu, Saumlaki, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri para pengurus dan anggota WKRI, tokoh gereja, serta sejumlah undangan itu menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja yang lebih relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati memberikan apresiasi atas dedikasi WKRI yang selama ini konsisten mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial, pelayanan kemasyarakatan, serta pemberdayaan perempuan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam konferensi tersebut, yakni “Peran Perempuan dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bersama di Indonesia”, merupakan panggilan moral yang sangat relevan dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini.

“Kesejahteraan adalah harapan setiap orang. Dari anak-anak hingga orang tua, semua mendambakan kehidupan yang layak dan bahagia. Namun pertanyaannya, apakah kesejahteraan itu telah benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat?” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kesejahteraan tidak dapat dimaknai hanya dari sisi ekonomi atau kepemilikan materi semata. Lebih dari itu, kesejahteraan juga mencakup rasa aman, ketenangan batin, kesehatan, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan hidup dengan penuh harapan.
“Kita sering kali mengukur kesejahteraan dari apa yang dimiliki seseorang. Padahal makna sejahtera jauh lebih luas. Sejahtera berarti memiliki ketenangan dalam berpikir, rasa aman dalam menjalani hidup, dan keyakinan untuk menghadapi masa depan,” katanya.
Di hadapan peserta konferensi, Wabup mengajak seluruh anggota WKRI menjadikan forum evaluasi tersebut sebagai ruang refleksi yang jujur sekaligus wadah melahirkan gagasan-gagasan segar demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, setiap organisasi perlu berani melakukan evaluasi secara objektif terhadap program-program yang telah dijalankan agar dapat menghasilkan langkah-langkah baru yang lebih efektif dan berdampak.
“Jangan sampai kita hanya mengulang pola yang sama dari waktu ke waktu. Organisasi harus terus berkembang, menghadirkan inovasi, serta memiliki nilai tambah melalui program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kepemimpinan yang lahir dari proses organisasi harus mampu menghadirkan perubahan nyata, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif atau simbolis.
“Kepemimpinan harus melahirkan aksi nyata. Program yang disusun harus memberikan manfaat yang bisa dirasakan anggota maupun masyarakat. Di situlah nilai pengabdian dan pelayanan sebuah organisasi diuji,” ujarnya.
Wakil Bupati berharap konferensi tersebut dapat menghasilkan kepengurusan yang solid, visioner, dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia juga mendorong WKRI untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Perempuan adalah fondasi utama dalam keluarga dan memiliki peran besar dalam membangun masyarakat. Karena itu saya berharap WKRI terus hadir sebagai organisasi yang aktif, kritis, produktif, dan mampu menjadi penggerak perubahan menuju kesejahteraan bersama,” tutupnya.
Konferensi Cabang dan Rapat Evaluasi WKRI Cabang Santo Matias Saumlaki berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat persaudaraan. Melalui forum tersebut, para peserta berkomitmen memperkuat peran organisasi dalam menjawab berbagai tantangan sosial melalui pelayanan, pemberdayaan perempuan, serta berbagai program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.(JM.ES).

