JURNALMALUKU – Setelah sembilan hari berlangsung tanpa henti, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan korban hilang dalam kecelakaan speedboat rute Sinairusi–Tepa di perairan sekitar Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), resmi dihentikan. Namun di balik berakhirnya operasi tersebut, doa dan kerinduan keluarga korban masih terus menggema.

Keputusan penghentian operasi diambil oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon setelah seluruh tahapan pencarian sesuai prosedur telah dilaksanakan secara maksimal. Selama sembilan hari, tim SAR gabungan menyisir laut, memantau wilayah pesisir, dan menelusuri sejumlah titik yang diperkirakan berkaitan dengan keberadaan para korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan seluruh sumber daya yang tersedia telah dikerahkan selama operasi berlangsung. Personel SAR, armada laut, serta dukungan dari berbagai pihak bekerja tanpa mengenal waktu demi menemukan para korban yang masih hilang.

Meski demikian, hingga batas waktu operasi berakhir, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Delapan korban yang hilang masih belum ditemukan.
Operasi tersebut melibatkan Basarnas Ambon, TNI AL, Polairud, BPBD, pemerintah daerah, nelayan, serta masyarakat setempat yang sejak hari pertama menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu pencarian.

Arafah menegaskan bahwa meskipun operasi SAR aktif telah ditutup, koordinasi dan pemantauan tetap akan dilakukan. Apabila di kemudian hari terdapat informasi yang mengarah pada keberadaan korban, langkah tindak lanjut akan segera ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras selama proses pencarian. Menurutnya, dedikasi yang ditunjukkan seluruh tim merupakan cerminan nyata dari semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.
Di tengah berakhirnya operasi pencarian, suasana haru masih menyelimuti keluarga korban. Penutupan operasi resmi tidak serta-merta mengakhiri penantian mereka. Harapan untuk memperoleh kabar tentang orang-orang tercinta yang belum ditemukan masih terus hidup dalam doa yang dipanjatkan setiap hari.
Noach juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan moral kepada keluarga korban agar tetap kuat menghadapi masa-masa sulit ini.
“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Maluku Barat Daya, kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan kepada seluruh keluarga yang terdampak musibah ini,” ujarnya.
Operasi pencarian memang telah berakhir. Namun bagi keluarga korban, perjalanan batin itu masih terus berlangsung. Di antara harapan yang belum menemukan jawaban, doa tetap terucap, kerinduan tetap terjaga, dan nama-nama mereka yang hilang masih hidup dalam ingatan serta harapan orang-orang yang menunggu di rumah. (JM-EA).
