JURNALMALUKU – Semangat toleransi antar umat beragama kembali digaungkan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui kegiatan Takbir Keliling 99 Obor Asmaul Husna yang digelar masyarakat di Pulau Kisar, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya.
Kegiatan yang menjadi bagian dari puncak rangkaian Semarak Ramadan ini bertujuan untuk menjemput Hari Raya Idul Fitri sekaligus mempererat ukhuwah Islamiah serta memperkokoh dan merawat toleransi antar umat beragama di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tokoh Pemuda Muslim Pulau Kisar, Aries Noval atau yang akrab disapa Daeng Ewako, saat memberikan keterangan kepada media ini via WhatsApp, Kamis (19/03/2026), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang terus dilaksanakan dengan harapan memperkuat persaudaraan lintas iman di Pulau Kisar.

“Setiap tahun kami berkeliling dengan harapan toleransi antar umat beragama semakin kokoh, semakin erat, dan tetap terjaga di pulau yang sama-sama kita cintai ini,” ujar Daeng Ewako.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diawali dengan berbagai sambutan dari unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat Kisar Selatan, Ketua AMGPM Pulau-Pulau Kisar, serta tokoh agama Islam setempat termasuk imam dan pengurus masjid.

Prosesi takbir keliling dilakukan dengan membawa 99 obor yang melambangkan Asmaul Husna, yaitu Asma Asma Allah SWT yang berjumlah 99. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan selama menjalani ibadah puasa Ramadan.
“Ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT setelah sebulan penuh berpuasa. Sekaligus menjadi momentum merayakan malam kemenangan dengan penuh kebersamaan,” tambahnya.

Hari Raya Idul Fitri merupakan perayaan besar umat Islam yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan. Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah, yang pada tahun ini bertepatan dengan tahun 2026 Masehi.
Secara makna, Idul Fitri adalah momentum kembali kepada kesucian (fitrah) setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, memperbanyak amal ibadah, serta menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa. Hari kemenangan ini juga menjadi waktu untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Di Pulau Kisar, masyarakat menetapkan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026, berdasarkan kesepakatan bersama yang mengacu pada kalender Hijriah dan mengikuti penetapan di Arab Saudi, meskipun terdapat perbedaan dengan keputusan pemerintah pusat melalui sidang isbat.

Takbir keliling yang berlangsung di sekitar perempatan Kantor Kecamatan Kisar Selatan hingga menjangkau sejumlah wilayah di Pulau Kisar berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat.
Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa masyarakat di wilayah 3T, khususnya di Pulau Kisar, mampu menjaga harmoni dalam keberagaman. Toleransi tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui momentum ini, masyarakat berharap agar nilai-nilai persaudaraan lintas agama terus dirawat dan ditingkatkan, sehingga Pulau Kisar dapat menjadi contoh nyata kerukunan umat beragama di wilayah perbatasan Indonesia.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini terus dilestarikan agar hubungan antar umat beragama tetap harmonis, saling menghargai, dan menjadi kekuatan dalam menjaga keutuhan NKRI,” tutup Daeng Ewako.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Pulau Kisar membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan perbedaan yang memecah belah. (JM–AL).


