JURNALMALUKU – Kontraktor pekerjaan jalan di Desa Kroing, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Ronald Wolantery, memberikan klarifikasi terkait kondisi jalan yang mengalami kerusakan meski baru dikerjakan.
Saat dimintai keterangan oleh wartawan media ini melalui aplikasi WhatsApp, Senin (06/04/2026), Ronald mengakui bahwa dirinya merupakan pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kerusakan jalan bukan sepenuhnya disebabkan oleh kualitas pekerjaan.
“Iya, betul itu beta yang kerja. Beta tidak pungkiri. Tapi soal jalan rusak, bisa dilihat ada bekas mobil dump truck yang lewat dengan beban berat. Beta baru kerja tiga hari, palang sudah dibuka, lalu kendaraan berat masuk,” ujarnya.

Ronald menjelaskan bahwa kendaraan berat yang melintas tersebut mengangkut material menuju Koperasi Merah Putih di Desa Kroing. Aktivitas pengangkutan material itu, menurutnya, turut mempercepat kerusakan jalan yang masih dalam tahap awal pengerjaan.
“Mobil dump truck itu dipakai angkut material ke Koperasi Desa Merah Putih, jadi otomatis dengan beban berat begitu, jalan yang baru kerja pasti cepat rusak,” jelasnya.
Menurutnya, sesuai kontrak kerja, jalan tersebut baru dapat dilintasi kendaraan berat setelah minimal 15 hari atau maksimal satu bulan sejak pekerjaan dimulai.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi cuaca sebagai faktor pendukung kerusakan. “Mana bisa proyek jalan di musim hujan tidak rusak. Apalagi baru kerja tiga hari sudah dilewati kendaraan berat, pasti berdampak,” katanya.
Terkait pembiayaan proyek, Ronald mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya belum menerima pembayaran dari pemerintah daerah. Ia menyebut pekerjaan tersebut masih menggunakan dana pribadi.
“Sampai sekarang pemerintah daerah belum bayar beta. Belum ada pencairan sama sekali, ini masih pakai uang pribadi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ronald menyampaikan bahwa panjang jalan yang dikerjakan melebihi volume dalam perencanaan awal. Ia menyebutkan bahwa dalam gambar rencana (denah), terdapat satu ruas jalan yang tidak dikerjakan karena efisiensi anggaran. Namun, dirinya menambahkan pekerjaan sepanjang 135 meter dari total 1,2 kilometer yang direncanakan.
“Beta kerja 1 kilo 200 meter, lalu tambah lagi 135 meter. Itu berarti beta bantu pemerintah daerah juga,” ungkapnya.

Saat ini, kata Ronald, proses perbaikan jalan masih terus berlangsung. Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan selama tiga bulan sesuai ketentuan kontrak.
“Hari ini kami sementara perbaikan jalan. Ini masih tahap pemeliharaan tiga bulan, jadi masih menjadi tanggung jawab kami,” tutupnya. (JM–AL).


