JURNALMALUKU – Antonias Lowatu kembali menegaskan dominasinya di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) setelah resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN MBD untuk periode berikutnya. Kepastian itu diperkuat dengan diterimanya Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN pada Rabu, 15 April 2026 di Jakarta.

Sebelumnya, Anton juga telah mengantongi legitimasi kuat di tingkat daerah setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) PAN MBD yang berlangsung pada 21 Desember 2025 di Tiakur. Dukungan penuh kader dalam forum tersebut semakin menegaskan posisi Anton sebagai figur sentral dan pemersatu di internal PAN MBD.
Penyerahan SK dari DPP PAN sendiri bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari konsolidasi nasional partai, di mana sebanyak 11 DPD PAN se-Provinsi Maluku menerima mandat serentak. Dalam momentum itu, nama Antonias Lowatu kembali ditegaskan sebagai ujung tombak PAN di wilayah MBD.

Bagi Anton, rangkaian legitimasi—baik dari Musda secara aklamasi maupun pengesahan melalui SK DPP—menjadi sinyal kuat bahwa dirinya masih menjadi tumpuan utama partai dalam menghadapi pertarungan politik ke depan, khususnya menuju Pemilu 2029.
“Mandat ini adalah bentuk kepercayaan penuh dari DPP PAN kepada saya untuk terus memimpin dan mengonsolidasikan kekuatan partai di Kabupaten Maluku Barat Daya. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi penugasan politik untuk memastikan PAN tampil sebagai kekuatan utama di daerah,” tegas Anton.

Sebagai kader yang mencatat sejarah sebagai anggota DPRD pertama dari PAN di MBD, Anton dinilai memiliki rekam jejak politik yang solid. Pengalaman tersebut menjadi modal strategis dalam memperluas pengaruh partai, terutama di tengah dinamika politik lokal yang semakin kompetitif.
Anton pun secara terbuka memasang target ambisius. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya ke depan tidak hanya berorientasi pada konsolidasi internal, tetapi juga ekspansi kekuatan politik secara terukur.
“Kami tidak ingin sekadar bertahan. Target kami jelas—menambah kursi di DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya, merebut peluang di DPRD Provinsi Maluku khususnya Dapil 7, dan akan mempertahankan satu kursi DPR-RI dari Dapil Maluku. PAN harus naik kelas,” ujarnya.
Lebih jauh, Anton menekankan bahwa strategi politik PAN MBD akan difokuskan pada penguatan struktur hingga ke tingkat akar rumput, peningkatan militansi kader, serta pendekatan politik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga memberi sinyal bahwa PAN MBD akan tampil lebih agresif dalam membangun komunikasi politik dan memperluas basis dukungan, termasuk merangkul generasi muda dan kelompok strategis lainnya.
“Politik ke depan adalah politik kedekatan dan kerja nyata. PAN harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar peserta pemilu. Itu yang akan kami bangun,” kata Anton.
Dengan legitimasi ganda—aklamasi dari Musda dan pengesahan resmi melalui SK DPP—Antonias Lowatu kini berada di garis depan dalam menentukan arah dan masa depan PAN di Kabupaten Maluku Barat Daya, menuju pertarungan politik 2029 yang dipastikan semakin sengit. (JM-EA).

