JURNALMALUKU – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) sebagai organisasi sayap resmi Partai Golkar terus menunjukkan eksistensinya dalam memperkuat peran perempuan di dunia politik Indonesia. Memasuki usia ke-24 tahun, KPPG diharapkan mampu melahirkan kader-kader perempuan yang tangguh, modern, dan berdaya saing dalam membangun partai maupun daerah.
KPPG sendiri dibentuk melalui gagasan dalam RAPIMNAS V Partai Golkar sebagai wadah untuk memaksimalkan potensi, memperkuat peran, serta memperluas basis perekrutan kader perempuan di dunia politik Indonesia.
Di Provinsi Maluku, KPPG saat ini dipimpin oleh Desy Kosita Hallauw yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Ambon. Kehadiran Desy Hallauw dinilai membawa semangat baru bagi perempuan Partai Golkar di Maluku.

Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Depicab SOKSI Kota Ambon, Josyes Do Santos Walalayo mengatakan, Dessy Hallauw bukan sekadar hadir untuk mencari jabatan atau popularitas dalam organisasi, melainkan menjadi figur yang tepat untuk membawa perubahan bagi perempuan Partai Golkar di Maluku.
Menurut Walalayo, kepemimpinan Desy Hallauw diyakini mampu membawa KPPG menuju transformasi kepemimpinan yang lebih modern, terorganisir, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Di bawah kepemimpinan Ibu Desy Hallauw, kami melihat adanya perubahan besar. KPPG mulai bergerak dengan semangat baru, lebih modern, serta mampu menarik minat banyak perempuan muda untuk bergabung,” ujarnya.
Ia juga menilai Desy Hallauw merupakan sosok pemimpin yang memiliki banyak ide dan gagasan untuk menghadirkan berbagai terobosan baru dalam organisasi yang dipimpinnya.
Walalayo berharap ke depan KPPG tidak hanya hadir sebagai organisasi pelengkap dalam partai, tetapi mampu menjadi salah satu pilar kekuatan politik yang menentukan daya hidup dan daya saing Partai Golkar, khususnya di Provinsi Maluku.
“Harapan kami, perempuan Partai Golkar di Maluku ke depan dapat melahirkan kader-kader potensial yang mampu memajukan partai serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (JM–AL).

