JURNALMALUKU – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin menanamkan modal dan mengembangkan usaha di Kota Ambon. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat menghadiri Grand Opening sekaligus meresmikan Kawalinya Cafe and Resto, Selasa (18/8/2026).
Bodewin menegaskan, investasi merupakan salah satu potensi yang perlu terus didorong untuk memperkuat perekonomian Kota Ambon. Masuknya investor diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas usaha, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Kami memberikan karpet merah kepada para investor yang mau menanamkan modalnya di Kota Ambon. Kami tahu itulah potensi kami,” tegas Bodewin.
Menurutnya, Pemkot Ambon berkomitmen menciptakan iklim usaha yang terbuka dan memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Pemerintah juga akan terus mendorong pelayanan yang dapat memberikan kemudahan bagi investor maupun pengusaha lokal.
Bodewin memastikan proses administrasi dan perizinan bagi pelaku usaha di lingkungan Pemkot Ambon diupayakan berlangsung cepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia menilai, kemudahan pelayanan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Dengan demikian, investor dapat memperoleh kepastian dalam menjalankan dan mengembangkan kegiatan usahanya di Kota Ambon.
Dalam kesempatan yang sama, Bodewin menyambut positif hadirnya Kawalinya Cafe and Resto. Menurutnya, bertambahnya usaha baru, khususnya di sektor kuliner, menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Ambon terus bergerak.
“Ini tanda bahwa usaha ekonomi di Kota Ambon terus hidup dan berkembang. Sebagian besar usaha baru yang hadir bergerak di bidang kuliner,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor perdagangan dan jasa mempunyai peranan strategis dalam perekonomian Kota Ambon. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik Ambon yang tidak memiliki sumber daya alam sebesar sejumlah daerah lain di Maluku.
Karena itu, pengembangan sektor usaha dan investasi dinilai penting untuk terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah.
Bodewin juga memberikan apresiasi terhadap Kawalinya Cafe and Resto yang mengangkat unsur lokal melalui nama dan konsep usahanya.
Kawalinya merupakan salah satu jenis ikan yang dikenal di perairan Maluku dan memiliki nilai ekonomis serta kandungan protein yang tinggi.
Menurut Bodewin, kekayaan alam, budaya, dan adat Maluku perlu terus dihidupkan melalui berbagai bidang, termasuk dunia usaha. Hal ini penting agar identitas daerah tetap dikenal oleh generasi mendatang.
“Semua hal yang terkait dengan kekayaan alam, budaya dan adat Maluku serta Kota Ambon mesti dihidupkan kembali, supaya anak-anak dan cucu kita tidak lupa dengan apa yang sudah pernah ada dan menjadi ciri khas kita,” katanya.
Di sisi lain, Bodewin mengingatkan agar perkembangan dunia usaha di Kota Ambon berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Ia menilai, kota yang bersih menjadi salah satu faktor pendukung bagi perkembangan sektor usaha dan pariwisata.
“Kalau Ambon kotor, siapa yang mau datang ke Ambon? Walaupun restoran tersedia di mana-mana, tetapi di depan jalan sampah bertebaran, siapa yang mau masuk ke restoran dan makan?” ujarnya.
Bodewin pun mengajak masyarakat, pelaku usaha, investor, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kebersihan Kota Ambon.
Ia berharap semakin banyak investasi yang masuk, semakin berkembang pula dunia usaha dan terbuka lapangan pekerjaan baru, sehingga pertumbuhan ekonomi Kota Ambon dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (JM–AL).
