JURNALMALUKU – Proses penjaringan dan seleksi calon Sekretaris Kota Ambon kini telah memasuki tahap pendaftaran dan dinilai berjalan sesuai dengan mekanisme serta aturan yang berlaku.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam wawancaranya di sela-sela kegiatan pelantikan pengurus KONI Kota Ambon yang berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Sabtu (18/04/2026), menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi sedang diikuti dengan seksama guna memastikan kandidat terbaik yang akan terpilih.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada satu pun nama yang dapat dipastikan akan menduduki jabatan Sekretaris Kota. Proses seleksi masih berjalan dan harus dilalui sesuai dengan koridor prosedur yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan.
“Mekanisme yang berlaku mengharuskan Panitia Seleksi (Pansel) bersama para asesor bekerja secara profesional dan objektif. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menyeleksi hingga menghasilkan tiga nama terbaik dari seluruh kandidat,” ujarnya.

Tiga nama yang lolos seleksi nantinya akan diserahkan kepada Wali Kota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian. Dari ketiga kandidat tersebut, Wali Kota memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang dianggap paling tepat menduduki jabatan Sekretaris Kota.
“Ketika tiga besar sudah diserahkan, Wali Kota memiliki cara tersendiri dalam menilai dan memutuskan siapa yang terbaik. Proses ini tidak bisa dipotong atau diintervensi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bodewin menanggapi dinamika yang mulai berkembang di media sosial maupun ruang publik. Ia menyoroti munculnya berbagai dukungan terhadap kandidat tertentu yang dinilai berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa jabatan Sekretaris Kota merupakan jabatan karier bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan jabatan politik yang bergantung pada dukungan massa atau kepentingan kelompok tertentu.
“Mendukung adalah hak setiap orang dalam berdemokrasi. Namun, jangan sampai ada upaya menjatuhkan kandidat lain dengan informasi yang tidak berdasarkan fakta,” katanya.
Bodewin juga mengapresiasi tingginya perhatian masyarakat terhadap proses seleksi ini, namun mengingatkan agar tidak disalurkan melalui cara-cara yang justru merusak citra para kandidat.
“Mereka adalah pejabat karier yang memiliki rekam jejak dan nama baik. Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru disebarkan dan merusak reputasi mereka,” tambahnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk memberikan ruang bagi para kandidat berkompetisi secara sehat dan sportif. Menurutnya, prinsip utama dalam seleksi ini adalah mencari yang terbaik di antara yang baik.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Yang dicari bukan yang sempurna, tetapi yang paling mampu dan paling tepat untuk memimpin birokrasi Kota Ambon ke depan,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif selama proses berlangsung. Pergantian pejabat tinggi daerah harus tetap berjalan dalam kondisi damai dan menjaga kerukunan masyarakat.
Bodewin juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap kandidat tertentu memiliki konsekuensi masing-masing.
“Silakan mendukung, tetapi resikonya ditanggung sendiri. Karena belum tentu kandidat yang didukung akan terpilih,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, dengan selalu melakukan verifikasi agar terhindar dari hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
Pemerintah Kota Ambon bersama Panitia Seleksi, lanjutnya, berkomitmen menjalankan proses ini secara objektif dan transparan demi menghasilkan Sekretaris Kota yang kapabel, jujur, dan berintegritas.
Diharapkan, seluruh tahapan seleksi dapat berjalan lancar dan menghasilkan sosok pemimpin birokrasi yang mampu membawa Kota Ambon menuju pelayanan publik yang lebih baik serta diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. (JM–AL).

