JURNALMALUKU – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia resmi mengesahkan dan melantik Dewan Pengarah serta Panitia Kongres XL GMKI dalam sebuah ibadah yang berlangsung di Gereja Bethania Ambon, Rabu (20/5/2026) malam.
Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat GMKI Nomor: 390569/SU/INT/K/V/2026 tentang Pengesahan dan Pelantikan Panitia Kongres XL Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Prima Surbakti, secara resmi melantik Panitia Pelaksana Kongres GMKI ke-XL yang akan mempersiapkan pelaksanaan kongres nasional GMKI di Kota Ambon pada Mei 2027 mendatang.
Prosesi pelantikan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Elifas T. Maspaitella. Setelah itu, Sekretaris Umum GMKI, Jesica Warouw, membacakan surat keputusan kepanitiaan sebelum seluruh panitia resmi dikukuhkan.
Dalam sambutannya, Prima Surbakti menilai Ambon memiliki catatan penting dalam sejarah demokrasi internal GMKI. Ia mengaku banyak belajar mengenai dinamika organisasi dari kader-kader GMKI Ambon yang dinilai mampu menyelesaikan berbagai perbedaan secara dewasa dan organisatoris.
“Saya belajar soal demokrasi di GMKI Ambon. Dinamikanya tinggi, tetapi semuanya bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Prima.
Menurutnya, pelaksanaan Kongres GMKI ke-XL harus menjadi tonggak baru bagi pembenahan sistem kongres GMKI secara nasional. Ia berharap kongres mendatang dapat berlangsung secara modern, profesional, tertib, serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi organisasi.
Prima juga menekankan pentingnya sistem kepesertaan yang jelas, mekanisme persidangan yang tertata, serta pelaksanaan kongres yang bebas dari praktik politik uang yang selama ini kerap menjadi sorotan dalam berbagai agenda organisasi kemahasiswaan.
“Kongres ini bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi momentum menciptakan standar baru pelaksanaan kongres GMKI di masa depan,” katanya.
Ia berharap Ambon mampu meninggalkan warisan penting bagi perjalanan organisasi serta menunjukkan bahwa demokrasi mahasiswa dapat berlangsung secara sehat, bermartabat, dan berintegritas.
Sementara itu, Ketua Panitia Kongres XL GMKI, Fredy Leiwakabessy, menegaskan seluruh elemen panitia akan bekerja maksimal demi memastikan kongres berjalan tertib, terukur, dan menghadirkan substansi.
“Kami ingin Kongres XL GMKI menjadi ruang konsolidasi pemikiran dan gerakan, bukan hanya pergantian kepengurusan,” ujarnya.
Pelantikan ini sekaligus menjadi tanda dimulainya konsolidasi besar GMKI menuju Kongres XL di Ambon. Publik kini menaruh perhatian terhadap sejauh mana organisasi kader tersebut mampu menjawab tantangan zaman dan tetap relevan sebagai kekuatan intelektual muda Kristen di Indonesia.
Di tengah tantangan yang dihadapi berbagai organisasi mahasiswa saat ini, GMKI dinilai tidak hanya dituntut berbicara mengenai pembaruan, tetapi juga membuktikannya melalui kerja nyata dan keberpihakan kepada rakyat. (JM–AL).

