JURNALMALUKU – Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Anos Yeremias, merespons aksi demonstrasi mahasiswa asal Kabupaten MBD yang mempersoalkan proses perekrutan tenaga kerja lokal dalam pengembangan Gas Abadi Blok Masela.
Anos menyatakan, aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius dan akan dibawa dalam pembahasan DPRD Maluku bersama pemerintah daerah serta pihak-pihak terkait.
Pernyataan tersebut disampaikan Anos saat menerima massa aksi mahasiswa di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku, Senin (5/10/2026).

Menurut Anos, DPRD Maluku tidak menutup ruang terhadap aspirasi mahasiswa, khususnya terkait keterlibatan masyarakat MBD dalam proses perekrutan tenaga kerja untuk proyek strategis nasional Blok Masela.
Ia mengatakan, persoalan tersebut perlu dibahas secara bersama-sama karena menyangkut kepentingan masyarakat di daerah penghasil maupun daerah yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan Blok Masela.
“Ini harus kita sikapi secara positif. Apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa ini akan menjadi bahan bagi kami untuk dibawa dalam rapat internal DPRD dan selanjutnya dibahas bersama dinas terkait,” ujar Anos.
Anos menegaskan, DPRD Maluku akan mengupayakan agar dalam waktu dekat dilakukan rapat bersama pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan keterkaitan dengan persoalan perekrutan tenaga kerja Blok Masela.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi, tetapi harus dibahas dengan melibatkan lintas komisi dan mitra kerja DPRD yang berkaitan dengan energi, sumber daya mineral, serta ketenagakerjaan.
“Karena ini berkaitan dengan dua komisi dan dinas-dinas terkait, maka harus diatur terlebih dahulu. Rapatnya nanti harus dipimpin oleh pimpinan DPRD, dalam hal ini Ketua DPRD, sehingga semua pihak yang berkepentingan dapat hadir,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam rapat tersebut DPRD akan meminta penjelasan dari dinas terkait mengenai mekanisme dan proses perekrutan tenaga kerja pada pengembangan Blok Masela.
Selain pemerintah daerah, pihak-pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan proses perekrutan juga akan diminta hadir untuk memberikan penjelasan.
Anos menyebut, pihak Inpex, vendor atau perusahaan yang terlibat, serta tim percepatan yang berkaitan dengan pengembangan Blok Masela perlu dilibatkan dalam pembahasan agar persoalan yang disampaikan mahasiswa dapat memperoleh penjelasan secara menyeluruh.
“Dalam waktu dekat pasti kita akan buat rapat. Nanti kita hadirkan pihak Inpex, dinas terkait, stakeholder dan juga keterwakilan mahasiswa untuk kita membahas kembali persoalan perekrutan ini,” katanya.
Anos: Aspirasi Mahasiswa Harus Menjadi Bahan Pembahasan DPRD
Anos juga menilai aksi mahasiswa tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah maupun DPRD untuk melihat sejauh mana perhatian terhadap masyarakat di daerah yang berkaitan langsung dengan pengembangan Blok Masela.
Menurutnya, dalam penyelesaian persoalan tersebut perlu ada koordinasi antara pemerintah di tingkat provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Ia mengatakan, penyampaian aspirasi melalui DPRD juga menjadi bagian dari proses agar persoalan yang terjadi dapat dibahas pada tingkat yang lebih tinggi.
“Kalau bicara regulasi, tentu ada proses dari bawah ke atas. Tetapi ketika adik-adik mahasiswa datang langsung ke DPRD, ini juga bisa menjadi materi bagi kami untuk ditindaklanjuti melalui rapat bersama pihak-pihak terkait,” ungkapnya.
Anos berharap mahasiswa dapat tetap menunggu proses pembahasan yang akan dilakukan DPRD Maluku dan tidak mengambil kesimpulan sebelum seluruh pihak yang berkepentingan memberikan penjelasan.
Ia memastikan, DPRD Maluku akan memberikan ruang kepada mahasiswa MBD untuk mengikuti pembahasan, sehingga aspirasi yang telah disampaikan melalui aksi demonstrasi dapat dibicarakan secara langsung dalam forum resmi.
“Adik-adik tunggu saja. Kita akan atur dalam waktu dekat untuk rapat dan menghadirkan pihak-pihak terkait. Kita akan bahas bersama persoalan ini,” tegas Anos.
Ia menambahkan, pembahasan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai mekanisme perekrutan tenaga kerja Blok Masela, termasuk persoalan keterlibatan masyarakat MBD yang menjadi perhatian mahasiswa.
Anos menegaskan bahwa DPRD Maluku akan menjalankan fungsi pengawasan dan memastikan aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui mahasiswa mendapatkan ruang pembahasan secara kelembagaan.
“Intinya, apa yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan bagi DPRD untuk kita tindak lanjuti. Kita akan panggil pihak-pihak terkait dan membahasnya bersama,” pungkasnya. (JM–AL).