JURNALMALUKU – Kepedulian aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Polsek Kisar pasca terjadinya insiden yang berawal dari pertandingan sepak bola dalam ajang Lekedai Cup II di Lapangan Futsal Abusur, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kamis (18/6/2026).
Peristiwa tersebut bermula saat pertandingan antara tim Luhulely dan Bhayangkara berlangsung dengan tensi permainan yang cukup tinggi. Dalam dinamika pertandingan, sempat terjadi gesekan antarpemain yang kemudian dapat dikendalikan di lokasi pertandingan.
Kapolsek Kisar, Iptu Rudy Ahab, SH, kepada Jurnal Maluku, Jumat (19/6/2026), menjelaskan bahwa kegiatan olahraga tersebut merupakan ajang positif yang melibatkan partisipasi masyarakat dan diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan sosial serta menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat Pulau Kisar.

Menurut Kapolsek, situasi di lapangan sempat memanas sebagaimana dinamika yang kerap terjadi dalam pertandingan olahraga. Namun saat itu, aparat dan panitia telah melakukan langkah pengendalian dan komunikasi agar persoalan tidak berkembang lebih jauh.
“Di lapangan memang sempat terjadi kontak fisik, tetapi sudah dilakukan upaya penyelesaian secara baik dan ada proses saling memahami dari pihak yang terlibat,” jelas Kapolsek.
Setelah pertandingan berakhir, muncul informasi mengenai adanya insiden lanjutan yang terjadi di wilayah Dusun Romleher Selatan, Desa Wonreli. Dalam peristiwa tersebut, Kristian Lefulefu dilaporkan mengalami luka akibat dugaan pemukulan yang disebut dilakukan oleh oknum anggota TNI AL berinisial Pratu Rizal Ode, yang sebelumnya diketahui turut bermain sepak bola bersama tim Bhayangkara Polsek Kisar. Informasi tersebut selanjutnya ditangani melalui koordinasi lintas unsur untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Menanggapi kejadian tersebut, Polsek Kisar bergerak cepat menuju lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Proses penyelesaian dan penanganan masalah turut dihadiri oleh Danramil 1511-05 Pulau Kisar, Ketua Latupati Pulau Kisar, Danpos BKO Yon 735 Nawasena, Wadanpos TNI AL, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk keterlibatan bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendorong penyelesaian secara damai.


Dalam proses tersebut, para pihak disebut telah menempuh penyelesaian secara kekeluargaan sebagai langkah menjaga hubungan baik dan ketertiban di tengah masyarakat. Meski demikian, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan tersebut tidak menghentikan proses lanjutan pada institusi TNI AL. Penanganan internal sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI AL disebut tetap berjalan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban, aparat bersama unsur terkait tidak hanya melakukan pengamanan dan mediasi, tetapi juga mengambil langkah cepat dengan membawa Kristian Lefulefu ke fasilitas kesehatan di Wonreli guna memperoleh pemeriksaan dan perawatan medis.
Kapolsek menyampaikan bahwa kondisi korban segera ditangani oleh tenaga kesehatan dan telah diberikan pelayanan sesuai kebutuhan. Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat di lokasi bukan semata untuk meredam situasi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh rasa aman serta membantu penyelesaian persoalan secara bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh unsur yang hadir juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang kepada aparat dan pihak terkait untuk menjalankan proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Polsek Kisar menegaskan akan terus mengedepankan pendekatan humanis, koordinasi lintas sektor, dan komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat agar situasi keamanan serta hubungan sosial antarwarga di Pulau Kisar tetap terjaga dengan baik. (JM–AL).
