JURNALMALUKU – Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan komitmen Unpatti dalam penguatan sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi melalui kegiatan Olimpiade Sains yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Pattimura.
Hal tersebut disampaikan dalam acara penutupan dan penyerahan hadiah Olimpiade Sains FST yang dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, di Aula Rektorat Universitas Pattimura.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan bahwa Fakultas Sains dan Teknologi telah mengalami transformasi signifikan, baik dari sisi nomenklatur maupun pengembangan program studi. Sejak perubahan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjadi FST pada tahun 2024, jumlah program studi meningkat secara signifikan dari 4 menjadi 12 program studi. “Transformasi ini menunjukkan komitmen universitas dalam menjawab kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat,” jelas Rektor.

Rektor juga mengapresiasi keberlanjutan pelaksanaan Olimpiade Sains yang telah berlangsung sejak tahun 2008 dan menjadi wadah strategis dalam menjaring serta mengembangkan potensi siswa di bidang sains. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat ditingkatkan skalanya menjadi Olimpiade Sains tingkat Provinsi Maluku.
Menurutnya, pengembangan kompetisi berbasis sains perlu didukung dengan sistem yang terstruktur, termasuk pengelolaan data peserta secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk menganalisis tren partisipasi, performa sekolah, serta menjadi dasar pengambilan kebijakan pendidikan di tingkat daerah.

Selain itu, Rektor juga mendorong inovasi dalam pelaksanaan kompetisi dengan melibatkan tidak hanya siswa, tetapi juga guru, sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Kegiatan Olimpiade Sains ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta mendukung kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Fentje Mandaku, S.Pd, M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam mengembangkan minat, bakat, serta prestasi siswa di bidang sains dan teknologi. Ia menilai para peserta merupakan generasi unggul yang telah menunjukkan kemampuan akademik yang membanggakan. “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Olimpiade Sains ini karena mampu menghadirkan siswa-siswa terbaik dari berbagai daerah di Maluku dan menjadi ruang aktualisasi prestasi mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Maluku tengah memfokuskan upaya pada peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Upaya tersebut tidak hanya mencakup penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pemerataan distribusi guru serta peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan.
Selain itu, berbagai program prioritas pemerintah juga terus didorong, antara lain revitalisasi sekolah, implementasi pembelajaran digital, penyediaan fasilitas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta program makan bergizi gratis bagi siswa. Program-program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Dalam konteks pengembangan prestasi siswa, kegiatan kompetisi seperti Olimpiade Sains, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, serta Festival Seni Siswa Nasional menjadi instrumen penting dalam memberikan penghargaan terhadap potensi siswa. Kompetisi tersebut dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional dan internasional.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, khususnya Universitas Pattimura, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Maluku. Ia berharap ke depan hasil seleksi Olimpiade Sains yang diselenggarakan oleh universitas dapat diakui sebagai bagian dari seleksi menuju tingkat nasional.
“Kami berharap ke depan ada pengakuan dari kementerian, sehingga hasil seleksi di Universitas Pattimura dapat langsung menjadi representasi Maluku di tingkat nasional,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Olimpiade Sains, Dr. Windi Mose, S.Pd., dalam laporannya mengatakan kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan di bidang sains dan teknologi, sekaligus sebagai ajang pembinaan talenta unggul di Provinsi Maluku. Menurutnya, partisipasi yang semakin luas setiap tahun menunjukkan meningkatnya minat dan kesadaran sekolah terhadap pentingnya kompetisi akademik sebagai bagian dari pengembangan kualitas pendidikan. Lebih lanjut, ia berharap ke depan hasil seleksi Olimpiade Sains yang dilaksanakan di Universitas Pattimura dapat memperoleh pengakuan dari pemerintah pusat, sehingga dapat menjadi jalur resmi untuk mengirimkan peserta terbaik ke tingkat nasional.

Dalam Olimpiade Sains FST tahun ini, predikat Juara Umum berhasil diraih oleh SD Citra Kasih Ambon, SMP Dian Harapan Ambon, dan SMA Negeri 1 Ambon. Penyerahan piala dan piagam penghargaan dilakukan secara langsung oleh Rektor Universitas Pattimura sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah dicapai. (JM–AL).


