JURNALMALUKU – Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam membangun kerja sama dengan media massa mendapat apresiasi dari wartawan senior sekaligus praktisi dan pengamat pers, Rony Samloy. Menurutnya, langkah yang diambil Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun kemitraan yang profesional, setara, dan berpihak pada kepentingan pembangunan daerah.
Samloy menilai, di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah, Pemkot Ambon tetap mampu memberikan ruang bagi media massa untuk bermitra dalam mendukung penyebarluasan informasi publik serta berbagai program pembangunan.
“Ini merupakan kebijakan yang luar biasa. Di balik keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Ambon masih memberikan ruang bagi media massa untuk bermitra dan ikut mengawal berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah,” ujar Samloy.
Menurutnya, kebijakan tersebut layak menjadi contoh bagi seluruh kepala daerah di Maluku, termasuk Pemerintah Provinsi Maluku, dalam membangun hubungan yang sehat, profesional, dan saling menghormati dengan insan pers.
Samloy menegaskan bahwa pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah perlu memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh media tanpa membedakan latar belakang politik maupun kedekatan tertentu.
“Saya pikir gubernur, bupati, dan wali kota di Maluku perlu belajar dari kebijakan yang dilakukan Pak Bodewin Wattimena. Ini bukan soal balas jasa atau balas budi politik, tetapi soal profesionalisme dan bagaimana membangun daerah secara bersama-sama,” Jelasnya.
Ia juga menyoroti masih adanya praktik kerja sama media di sejumlah daerah yang dinilai belum berjalan secara adil. Menurutnya, masih terdapat kecenderungan hanya media tertentu yang memperoleh kesempatan menjalin kemitraan dengan pemerintah.
Berbeda dengan kondisi tersebut, Samloy menilai Pemkot Ambon telah membuka ruang yang sama bagi seluruh media, termasuk media yang sebelumnya memiliki pandangan berbeda atau tidak memberikan dukungan kepada Bodewin Wattimena dalam kontestasi politik.
“Di Kota Ambon semua media diakomodasi. Ini menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan kepentingan pembangunan daerah di atas kepentingan politik. Media diberikan kesempatan untuk berkontribusi melalui pemberitaan, gagasan, dan kritik yang membangun,” ungkapnya.
Samloy berharap pola kemitraan yang diterapkan Pemerintah Kota Ambon dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya di Maluku.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara pemerintah dan insan pers akan memperkuat penyebaran informasi publik, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih baik dan demokrasi yang sehat. (JM–AL).

